yaa habibi yaa Rasululloh
Rabu, 25 September 2013
AJARAN KELIMABELAS
๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑
Aku bermimpi seolah-olah aku berada di dalam sebuah tempat seperti sebuah masjid. Didalam tempat itu terdapat beberapa orang yang sedang mengasingkan diri mereka dari orang ramai. Aku berkata dalam diriku sendiri, “Jika si Anu itu berada di sini, tentu dia dapat mengatur orang-orang ini dan memberikan pandangan-pandangan yang baik kepada mereka.” Aku teringat kepada seorang saleh tertentu. Orang-orang itu datang mengelilingi aku. Kemudian salah seorang di antara mereka berkata kepadaku, “Apa yang telah terjadi padamu ? Mengapa kamu tidak berbicara ?”. Maka akupun berkata, “Jika tuan mengijinkan, maka aku akan berkata.” Lalu kataku, “Apabila kamu telah mengasingkan diri dari khalayak ramai karena Yang Haq, maka janganlah kamu meminta dengan lidahmu. Apabila kamu telah berhenti meminta dengan lidah, maka janganlah kamu meminta dengan hatimu. Sebab, meminta dengan hati itu sama halnya dengan meminta dengan lidah. Ketahuilah, bahwa dalam setiap hari Allah berada dalam keagungan-Nya yang baru, serta menukar, mengganti, meninggikan dan merendahkan manusia. Tarap setengah manusia ditinggikan-Nya dan tarap setengah lainnya direndahkan-Nya. Kemudian, kepada mereka yang mempunyai tarap atau derajat tinggi, diingatkan bahwa tarap mereka yang tinggi itu bisa Dia rendahkan, dan mereka diberi harapan bahwa Dia akan memelihara mereka dan menetapkan kedudukan mereka itu. Kepada mereka yang bertarap rendah, juga diingatkan bahwa mereka akan dibiarkan berada dalam kehinaan. Mereka tidak diberi harapan untuk naik ke tarap yang tinggi.” Setelah itu, akupun terjaga dari mimpiku
๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑๑
AJARAN KEEMPATBELAS
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
Wahai mereka yang menjadi hamba hawa nafsu mereka !
Janganlah kamu mengira bahwa diri kamu masuk ke dalam golongan mereka yang menjadi ahli Allah. Kamu telah menghambakan diri kamu kepada hawa nafsu kamu, sedangkan mereka menghambakan diri mereka kepada Allah SWT. Kamu menghendaki dunia, sedangkan mereka menghendaki akhirat. Kamu hanya melihat dunia ini saja, sedangkan mereka melihat Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Kesenanganmu terletak pada mahluk, sedangkan kesenangan mereka terletak pada Allah. Hati kamu terikat kepada Dunia, tetapi hati mereka terikat kepada Allah Yang Maha Agung. Kamu adalah mangsa setiap apa yang kamu lihat, tetapi mereka adalah mangsa apa yang tidak kamu lihat, mereka melihat Allah yang menjadikan segala perkara yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala. Mereka telah mencapai tujuan hidup dan mendapatkan kesejahteraan, sedangkan kamu masih saja terbenam di dalam nafsu keduniaanmu.
Mereka menghilang dari mahluk, dari nafsu keduniaan dan dari kehendak mereka sendiri. Sehingga dengan demikian, mereka dapat sampai ke hadlirat Illahi yang memberi mereka kekuatan untuk mencapai puncak wujud mereka, seperti menta’ati dan memuji Allah. Inilah karunia Illahi yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Mereka menjadikan keta’atan kepada Allah dan pujian terhadap-Nya sebagai kewajiban mereka. Mereka berpegang teguh kepada-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada mereka. Semua ini mereka lakukan tanpa mengalami kesukaran apa-apa. Maka jadilah ketaatan mereka itu sebagai nyawa dan santapan mereka.
Dengan demikian, dunia ini menjadi berkat bagi mereka dan memberikan nikmat kepada mereka, seakan-akan dunia ini telah menjadi surga bagi mereka. Karena, apabila mereka melihat sesuatu, maka sebelum mereka melihatnya, mereka terlebih dahulu melihat perbuatan Allah yang menjadikan segalanya itu. Orang-orang ini membekali diri dengan kekuatan yang ada di bumi dan dilangit, serta menyenangkan mereka yang telah mati dan masih hidup. Karena Tuhan mereka telah menjadikan mereka seperti pasak bumi (gunung) yang dijadikan-Nya ini. Oleh karena itu, mereka menjadi seperti gunung yang berdiri dengan megah dan agung. Janganlah kamu mengacau mereka dan jangan pula kamu menghalangi perjalanan mereka yang ibu-bapak dan sanak-saudara mereka tidak dapat menyelewengkan mereka dari tujuan mereka. Mereka adalah orang-orang terbaik yang dijadikan Allah di muka bumi ini. Keridhaan dan kesejahteraan dikaruniakan oleh Allah kepada mereka, selagi langit dan bumi masih ada.
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
AJARAN KETIGABELAS
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
Janganlah
kamu bersusah payah untuk mendapatkan keuntungan dan jangan pula kamu
mencoba menghindarkan diri dari malapetaka. Keuntungan itu akan datang
kepadamu jika memang sudah ditentukan oleh Allah untuk kamu, baik kamu
sengaja untuk mencarinya maupun tidak. Malapetaka itupun akan datang
menimpamu, baik kamu membencinya, maupun kamu mencoba menghindarkannya
dengan doa dan shalat atau kamu menghadapinya dengan penuh kesabaran,
karena hendak mencari keridhaan Allah.
Hendaklah kamu berserah
diri dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah di dalam segala hal, agar
Dia memanifestasikan kerja-Nya melalui kamu. Jika kebaikan yang kamu
dapati, maka bersyukurlah. Dan jika bencana yang menimpa kamu, maka
bersabarlah dan kembalilah kepada Dia. Kemudian, rasakanlah keuntungan
yang kamu dapati dari apa yang kamu anggap sebagai bencana itu, lalu
tenggelamlah di dalam Dia melalui perkara itu sejauh kemampuan yang kamu
miliki dengan cara keadaan rohani yang telah diberikan kepadamu. Dengan
cara inilah kamu dinaikkan dari satu peringkat ke peringkat lainnya
yang lebih tinggi dalam perjalanan menuju Allah, supaya kamu dapat
mencapai Dia.
Kemudian kamu akan disampaikan kepada satu
kedudukan yang telah dicapai oleh orang-orang shiddiq, para syuhada dan
orang-orang saleh sebelum kamu. Dengan demikian kamu akan dekat dengan
Allah, agar kamu dapat melihat kedudukan orang-orang sebelum kamu dengan
menuju Raja Yang Maha Agung itu. Di sisi Tuhan Allah-lah kamu
mendapatkan kesentosaan, keselamatan dan keuntungan. Biarlah bencana itu
menimpa kamu dan jangan sekali-kali kamu mencoba menghindarkannya
dengan doa dan shalatmu, dan jangan pula kamu merasa tidak senang dengan
kedatangan bencana itu, karena panas api bencana itu tidak sehebat dan
sepanas api neraka.
Telah diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW
pernah bersabda: “Sesungguhnya api neraka akan berkata kepada
orang-orang yang beriman; ‘Lekaslah kamu pergi wahai orang-orang mu’min,
karena cahayamu akan memadamkan apiku.’”
Bukankah cahaya si
Mu’min yang memadamkan api neraka itu serupa dengan cahaya yang terdapat
padanya di dunia ini dan yang membedakan orang-orang yang ta’at kepada
Allah dengan orang-orang yang durhaka kepada-Nya? Biarkanlah cahaya itu
memadamkan api bencana, dan biarkanlah kesabaranmu terhadap Tuhan itu
memadamkan hawa panas yang hendak menguasai kamu.
Sebenarnya,
bencana yang datang kepada kamu itu bukannya akan menghancurkan kamu,
melainkan sebenarnya adalah akan menguji kamu, mengesahkan kesempurnaan
iman kamu, menguatkan dasar kepercayaanmu dan memberikan kabar baik ke
dalam batinmu.
Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan
menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar
di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.”
(QS 47:31)
Oleh karena itu, manakala kebenaran keimanan kamu
telah terbukti dan kamu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak dan
perbuatan Allah, dan dengan idzin Allah juga, maka hendaklah kamu tetap
bersabar dan ridho serta patuh kepada-Nya. Janganlah kamu melakukan apa
saja yang dilarang oleh Allah. Apabila perintah-Nya telah datang, maka
dengarkanlah, perhatikanlah, bersegeralah melakukannya, senantiasalah
kamu bergerak dan jangan bersikap pasif terhadap takdir dan
perbuatan-Nya, tetapi pergunakanlah seluruh daya dan upayamu untuk
melaksanakan perintah-Nya itu.
Sekiranya kamu tidak sanggup
melaksanakan perintah itu, maka janganlah lalai untuk kembali menghadap
Tuhan. Mohonlah ampunan-Nya dan memintalah dengan penuh merendahkan diri
kepada-Nya. Carilah sebab musabab mengapa kamu tidak sanggup
melaksanakan perintah itu. Mungkin saja kamu tidak sanggup melaksanakan
perintah itu lantaran kejahatan syak wasangka yang tedapat didalam
pikiranmu, atau kamu kurang bersopan santun di dalam mematuhi-Nya, atau
kamu terlalu sombong dan bangga, atau kamu terlalu menggantungkan diri
kepada daya dan upayamu sendiri, dan atau kamu menyekutukan Allah dengan
dirimu atau mahluk. Akibat semua itu, kamu berada terlalu jauh dari
Dia, membuatmu lupa untuk mematuhi Dia, kamu dijauhkan dari
pertolongan-Nya, Dia murka kepadamu dan membiarkanmu asyik terlena
dengan hal-hal keduniaan dan menuruti nafsu angkara murkamu. Tahukah
kamu, bahwa semua itu menyebabkan kamu lupa kepada Allah dan menjauhkan
kamu dari Dia yang menjadikan dan mengasuhmu serta memberimu rizki yang
tiada terkira. Oleh karena itu waspadalah terhadap apa saja yang dapat
menjauhkan kau dari Allah. Berhati-hatilah terhadap apa saja selain
Allah yang hendak memalingkan kamu dari Allah. Apa saja selain Allah
bukanlah Allah. Karenanya, kamu jangan mengambil apa saja selain Allah
lalu kamu membuang Allah, karena Allah menciptakan kamu itu hanya untuk
mengabdi kepada-Nya saja. Maka janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri
dengan melupakan Allah dan perintah-Nya, karena hal ini akan menyeretmu
masuk neraka yang bahan bakarnya terdiri atas manusia dan batu. Ketika
itu kamu akanmenyesal, sesal yang tiada berguna lagi. Tobat pada waktu
itu sudah tidak berguna lagi. Merataplah dan menangislah, tetapi
siapakah yang berdaya untuk menolongmu ? Kamu memohon ampun kepada
Allah, tetapi Allah tidak menerima permohonanmu lagi ketika itu.
Kemudian kamu berangan-angan hendak kembali lagi ke dunia untuk
membetulkan ibadahmu kepada Allah, tetapi apa daya dunia sudah tidak ada
lagi bagi kamu.
Kasihanilah diri kamu itu.
Gunakanlah segala
daya dan upayamu untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Gunakanlah apa
saja yang telah diberikan Allah kepadamu, berupa ilmu, akal,
kepercayaan dan cahaya kerohanian kamu untuk mengabdikan diri kepada
Allah, agar kamu diliputi cahaya yang terang benderang dan tidak lagi
berada di dalam kegelapan. Berpegang teguhlah kepada Allah dan
hukum-hukum-Nya, dan mengembaralah kamu menuju Allah menurut
aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah. Dia-lah yang telah
menciptakan dan memelihara kamu seta menjadikankamu seorang manusia yang
sempurna. Janganlah kamu mencari apa-apa yang tidak diperintahkan-Nya
dan janganlah kamu mengatakan bahwa sesuatu itu buruk sebelum Dia
mengharamkannya. Apabila telah terdapat keserasian antara kamu dengan
Allah dan perintah-Nya, maka seluruh alam ini akan menghambakan diri
kepada kamu. Dan apabila kamu menghindarkan apa-apa yang diharamkan oleh
Allah, maka semua perkara yang tidak diinginkan itu akan lari dari kamu
di manapun juga kamu berada.
Allah berfirman, “Wahai manusia, Aku-lah
Tuhan. Tidak ada Tuhan selain Aku. Jika Aku mengatakan kepada sesuatu,
“Jadilah !” maka jadilah ia. Patuhlah kepada-Ku sehingga jika kamu
mengatakan kepada sesuatu, “Jadilah !” maka jadilah ia.” Allah juga
berfirman, “Wahai bumi, barangsiapa menghambakan dirinya kepada-Ku, maka
berkhidmadlah engkau kepadanya. Dan barangsiapa menghambakan dirinya
kepadamu, maka buatlah ia susah.”
Demikianlah firman-firman Tuhan di
dalam kitab-Nya.
Oleh karena itulah, jika datang larangan dari
Allah, maka jadikanlah dirimu seolah-olah orang yang letih, lesu dan
tiada berdaya; atau seperti tubuh yang tiada bersemangat, tiada
berkehendak dan bernafsu, bebas dari dunia kebendaan, lepas dari
nafsu-nafsu kebinatangan; atau bagaikan halaman rumah yang gelap gulita;
dan atau seperti bangunan yang hendak roboh yang tidak berpenghuni.
Hendaknya kamu menjadi seperti orang yang telah tuli, buta, bisu, sakit
gigi, lumpuh, tidak bernafsu, tidak berakal dan badan kamu seolah-olah
mati dan dibawa kabur.
Hendaklah kamu memperhatikan dan segera
melaksanakan perintah-perintah Allah. Bencilah dan malaslah untuk
melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah, beraksilah terhadapnya
seperti orangmati dan serahkanlah bulat-bulat dirimu kepada Allah.
Minumlah minuman ini, ambillah obat ini dan makanlah makanan ini, supaya
kamu bebas dari nafsu-nafsu kebinatangan dan kesetanan, agar kamu
sembuh dari penyakit dosa dan maksiat serta terlepas dari ikatan hawa
nafsu. Semoga kamu mencapai kesehatan jiwa yang sempurna.
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
AJARAN KEDUABELAS
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
Apabila Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Kaya memberimu harta kekayaan, maka janganlah kamu terpengaruh oleh harta kekayaan itu, sehingga kamu lupa dan tidak ta’at lagi kepada Allah.
Jika kamu lupa dan tidak ta’at kepada Dia karena adanya harta itu, maka akan tertutup dari Dia di dunia ini dan di akhirat kelak.
Mungkin juga harta itu akan diambil-Nya kembali, sehingga kamu menjadi miskin papa, lantaran kamu lupa kepada Yang Memberi. Jika kamu tetap ingat dan ta’at kepada Allah dan hatimu sekali-kali tidak terpengaruh oleh harta benda itu, maka Allah akan memberikan kepadamu begitu saja tanpa menguranginya walau sedikitpun.
Harta benda itu adalah hamba Allah dan kamupun adalah hamba Allah. Oleh karena itu, hendaklah kamu hidup di dunia ini berada dalam penjagaan Allah, agar di akhirat nanti kamu dimuliakan dan diberi surga sebagai tempat tinggalmu yang kekal abadi bersama orang-orang yang benar, para syuhada, dan orang-orang saleh.
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
AJARAN KESEBELAS
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
Jika nafsu untuk kawin telah muncul di dalam pikiranmu, tetapi kamu miskin papa lalu kamu bersabar dengan harapan menunggu pertolongan Allah yang menjadikan kamu dan nafsu kamu itu, maka Allah pasti menolong kamu, baik dengan menghilangkan nafsu itu dari kamu maupun dengan memberimu rizki ataupun dengan mencukupkan kamu dengan berbagai cara, dengan meringankan beban dan meningkatkan derajat kamu di akhirat kelak. Allah pasti menolongmu karena kesabaran dan keridhaanmu itu. Allah pasti menambah kesucian dan kekuatanmu. Jika Allah mencukupimu di dalam masalah rizki, maka kesabaranmu itu akan bertukar dengan syukur. Allah SWT menjanjikan akan menambahkan karunia-Nya kepada mereka yang bersyukur.
Firman Allah : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. ” (QS 14:7)
Jika sesuatu itu telah ditakdirkan bukan untuk kamu, maka janganlah kamu merasa kesal. Singkirkanlah perasaan itu jauh-jauh dari hatimu, baik sifat-sifat kebinatanganmu itu suka maupun tidak. Bersabarlah dan lawanlah kehendak nafsumu itu serta bertawakallah dan berpegang teguhlah kepada perintah-perintah Allah. Ridhalah dengan takdir Tuhan, dan dalam keadaan ini, berharaplah akan mendapat keridhaan dan karunia-Nya. Allah berfirman, “Hanya orang sabar itu sajalah akan diberi ganjaran sepenuhnya tanpa batas.”
۰۞۰۞ ۰۞۰۞ ۰۞۰۞۰۞ ۰
Langganan:
Postingan (Atom)